
Nama Okita Soji (Okita Sōji / 沖田 総司) tak bisa dipisahkan dari Shinsengumi, pasukan samurai legendaris di akhir zaman Edo. Namun sebelum dikenal sebagai pendekar tercepat Shinsengumi, Okita hanyalah seorang murid dojo berbakat yang hidupnya berputar di antara latihan pedang dan lantai kayu Shieikan.
Inilah kisah awal masuknya Okita Soji ke Shinsengumi, sebuah perjalanan yang bermula jauh dari medan perang.
Shieikan: Tempat Segalanya Dimulai
Pada pertengahan abad ke-19, dojo Shieikan di Edo menjadi rumah kedua bagi Okita Soji. Dojo ini dipimpin oleh Kondō Isami, seorang pendekar Tennen Rishin-ryū yang kelak menjadi komandan Shinsengumi.
Di Shieikan, Okita bukan murid biasa. Meski usianya masih muda, kemampuannya melampaui banyak pendekar dewasa. Gerakannya cepat, tusukannya presisi, dan wajahnya tetap tenang seolah tanpa emosi.
Di sinilah Okita bertemu orang-orang yang kelak menjadi saudara seperjuangannya:
- Kondō Isami
- Hijikata Toshizō
- Nagakura Shinpachi
- Saitō Hajime
Mereka belum menyadari bahwa jalan hidup mereka akan segera berubah.
Edo yang Tak Lagi Tenang
Saat itu, Jepang berada di ujung zaman Bakumatsu. Kekuasaan Keshogunan Tokugawa mulai goyah. Kelompok anti-shogun bermunculan, kekerasan di jalanan meningkat, dan Kyoto—ibu kota kekaisaran—menjadi pusat kekacauan politik.
Keshogunan membutuhkan pasukan khusus:
samurai yang kuat, loyal, dan siap bertindak cepat.
Maka dibentuklah Rōshigumi, kelompok samurai pengawal ke Kyoto. Kondō Isami dan murid-murid Shieikan ikut bergabung. Okita Soji pun ikut, bukan sebagai legenda—melainkan sebagai pendekar muda yang ingin mengabdi.
Perjalanan ke Kyoto: Awal Shinsengumi
Tahun 1863, rombongan Rōshigumi berangkat ke Kyoto. Di sanalah terjadi perpecahan internal. Sebagian anggota memilih kembali ke Edo, namun Kondō Isami dan kelompok Shieikan memutuskan tetap tinggal dan setia pada Keshogunan.
Keputusan itu mengubah sejarah.
Kelompok kecil ini kemudian diakui secara resmi dan diberi nama:
Shinsengumi (新選組) — “Pasukan Pilihan Baru”.
Okita Soji, yang masih sangat muda, resmi menjadi anggota inti.
Okita Soji: Kapten Termuda Shinsengumi
Karena kemampuannya yang luar biasa, Okita Soji dipercaya menjabat sebagai Kapten Unit Pertama (Ichi-tai) Shinsengumi. Ini pencapaian yang sangat langka untuk seseorang seusianya.
Di balik wajahnya yang lembut dan sikapnya yang ramah, tersembunyi kemampuan bertarung yang mematikan. Teknik tusukannya dikenal sangat cepat—begitu cepat hingga lawan sering jatuh sebelum menyadari serangan dimulai.
Namun menariknya, di antara sesama anggota Shinsengumi, Okita dikenal:
- Suka bercanda
- Tidak sombong
- Ramah pada junior
Seolah ia tetap membawa jiwa anak dojo Shieikan ke dalam pasukan paling ditakuti di Kyoto.
Dari Murid Dojo Menjadi Ikon Sejarah
Masuknya Okita Soji ke Shinsengumi bukan didorong ambisi kekuasaan atau ketenaran. Ia hanyalah pendekar muda yang setia pada gurunya, setia pada alirannya, dan setia pada jalan pedang yang ia pilih sejak kecil.
Dari dojo sunyi di Edo, langkah kakinya membawanya ke panggung sejarah Jepang—sebagai salah satu samurai paling dikenang sepanjang masa.
Fakta Singkat Awal Karier Okita Soji
- Dojo asal: Shieikan (Tennen Rishin-ryū)
- Bergabung ke Rōshigumi: 1863
- Menjadi Shinsengumi: Kyoto
- Jabatan: Kapten Unit Pertama
- Ciri khas: Kecepatan dan teknik tusukan
Referensi Sejarah
- Shinsengumi Tenmatsuki – Nagakura Shinpachi
- Shinsengumi no Seishin-shi – Kikuchi Akira
- Okita Sōji-den (Biografi Okita Soji)
- Arsip sejarah Tennen Rishin-ryū
- NHK Japan Historical Archives
Catatan: Beberapa detail direkonstruksi dari kesaksian rekan sezaman karena keterbatasan dokumen primer.

Kendoka, Malang, Jawa Timur, Indonesia




